Batuk berdarah
Penyakit Batuk Berdarah
Batuk berdarah atau hemoptisis merupakan suatu keadaan dimana penderita mengalami batuk yang disertai oleh pengeluaran darah. Batuk berdarah berasal dari perdarahan pada saluran napas di bawah laring, atau perdarahan yang keluar melalui saluran napas bawah laring. Volume darah yang dibatukkan pun bervasiasi jumlahnya mulai dari jumlah minimal hingga jumlah besar, tergantung dari laju perdarahan dan lokasi perdarahannya. Bila hal ini tidak ditangani dengan segara, maka batuk berdarah dapat mengancam jiwa.
Penyebab Batuk Berdarah
Penyebab dari batuk berdarah antara lain:
1. Pneumonia
2. Tuberkulosis
3. Bronkitis
4. Tumor Paru
5. Bronkiektasis
Klasifikasi/Berat Ringannya Batuk Darah

Berdasarkan dari perkiraan jumlah darah yang dibatukkan:
• Bercak (Streaking)
Darah bercampur dengan dahak adalah hal yang sering terjadi, paling umum pada penyakit bronkitis. Volume darah kurang dari 15-20mL/24 jam.
Darah bercampur dengan dahak adalah hal yang sering terjadi, paling umum pada penyakit bronkitis. Volume darah kurang dari 15-20mL/24 jam.
• Hemoptisis (Batuk Darah)
Hemoptisis dipastikan ketika total volume darah yang dibutuhkan adalah 20-600 mL di dalam waktu 24 jam. Walaupun tidak spesifik untuk penyakit tertentu, hal ini berarti terjadi pendarahan lebih besar dari pembuluh darah dan biasanya terjadi akibat kanker paru, pneumonia, TB atau emboli paru.
Hemoptisis dipastikan ketika total volume darah yang dibutuhkan adalah 20-600 mL di dalam waktu 24 jam. Walaupun tidak spesifik untuk penyakit tertentu, hal ini berarti terjadi pendarahan lebih besar dari pembuluh darah dan biasanya terjadi akibat kanker paru, pneumonia, TB atau emboli paru.
• Hemoptosis Masif (Batuk yang mengeluarkan banyak darah)
Darah yang dibatukkan dalam waktu 24 jam lebih dari 600 mL, biasanya karena kanker paru, TB atau bronkiektasis.
Darah yang dibatukkan dalam waktu 24 jam lebih dari 600 mL, biasanya karena kanker paru, TB atau bronkiektasis.
• Pseudohemoptosis
Pseudohemoptosis adalah batuk berdarah dari struktur saluran napas bagian atas atau dari lambung. Hal ini juga dapat berupa pendarahan buatan. Pendarahan yang terakhir biasanya terjadi karena luka di mulut, faring atau rongga hidung.
Pseudohemoptosis adalah batuk berdarah dari struktur saluran napas bagian atas atau dari lambung. Hal ini juga dapat berupa pendarahan buatan. Pendarahan yang terakhir biasanya terjadi karena luka di mulut, faring atau rongga hidung.
Perbedaan Antara Batuk Darah Dan Muntah Darah
Batuk Darah
|
Muntah Darah
|
Darah yang dibatukkan
|
Darah yang dimuntahkan
|
Darah biasanya merah muda
|
Darah biasanya hitam
|
Darah bersifat basa
|
Darah bersifat asam
|
Darah dapat berbusa
|
Darah tidak pernah berbusa
|
Didahului dengan perasaan ingin batuk
|
Didahului dengan rasa mual dan muntah
|
Kapan Saya Harus Periksa Ke Dokter?
Anda sebaiknya berkonsultasi dokter apbila batuk berdarah mengeluarkan jumlah darah yang relatif banyak (lebih dari satu sendok teh). Apabila Anda mengalami batuk darah setelah mengalami benturan atau cedera, Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter.
Cara Mengobati Batuk Darah
Berikut adalah beberapa cara dalam penanganan batuk darah yang bisa anda lakukan:
- Tahap 1 adalah berbaring dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuh, dan memiringkan kepala, mempertahankan jalan napas yang adekuat, serta pemberian suplementasi oksigen.
- Tahap 2 yang perlu dilakukan setelah pasien berada dalam keadaan stabil adalah pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari sumber perdarahan dan penyebab perdarahan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan konsultasi ke dokter.
- Tahap 3 adalah menghentikan perdarahan dan mencegah perdarahan berulang.
Disadur dari : www.sayasehat.id
Komentar
Posting Komentar