Coklat
Apa yang Anda ketahui tentang coklat?
Kakao atau biasa disebut coklat adalah tanaman dimana coklat dibuat. Buah coklat merupakan buah yang berbentuk lonjong dan berwarna jingga kekuningan adalah bahan utama yang diolah sehingga cocok untuk dikonsumsi menjadi berbagai bentuk produk. Coklat pahit (dark cocolate) yang diproduksi dengan menekan biji coklat yang dipanggang di antara rol panas. Bubuk coklat diproduksi dengan memeras lemak (cocoa butter) dari coklat pahit dan membubuhi bahan coklat yang tersisa. Coklat manis diproduksi dengan menambahkan gula dan vanili pada coklat pahit. Coklat putih mengandung gula, mentega coklat, dan susu padatan.

Kandungan coklat
Kandungan yang terdapat dalam biji coklat: polifenol, flavonoid, protein, theobromin, kafein, lemak kakao, kalsium, karotein, tiamin, riboflavin, magnesium, sulfur, dan asam lemak esensial.
Dalam 100 gram coklat yang diolah menjadi coklat bubuk ataupun coklat pahit, mengandung: kalori 228, lemak total 14 g, kolesterol 0 mg, natrium 21 mg, karbohidrat total 58 g, gula 2 g, protein 20 g, vitamin A 0%, vitamin C 0%, kalsium 13%, dan zat besi 77%.
Manfaat coklat
Coklat kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh, khusunya pada coklat olahan seperti coklat pahit. Manfaat tersebut diantaranya:
- Sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan penyakit jantung dan penyakit lainnya. Tetapi hanya coklat yang tidak mengandung susu karena susu dapat mengganggu penyerapan antioksidan dari coklat.
- Memperbaiki mood. Satu batang permen coklat berukuran 1,4 ons setiap hari selama dua minggu mampu menurunkan kadar hormon stres pada orang yang merasa stres. Coklat melepaskan senyawa anandamide yang menghasilkan perasaan santai dan lega.
- Menurunkan tekanan darah tinggi, terutama jika Anda telah mencapai usia di atas 35 tahun dan memiliki tekanan darah tinggi ringan. Tetapi Anda harus menyeimbangkan kalori ekstra dengan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol
- Menjaga kesehatan kulit. Coklat membantu memperbaiki kerutan dan mencegah stretch mark selama kehamilan.
- Melindungi kesehatan saraf. Senyawa Phenethylamine atau PEA dalam coklat bekerja langsung pada otak sebagai neurotransmitter yang menstimulasi sekresi endofrin untuk membantu Anda tetap waspada dan fokus. Meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi penurunan memori terkait bertambahnya usia.
Efek samping coklat
Mengkonsumsi coklat dalam jumlah besar (lebih dari 200 mg/ hari) dapat menyebabkan efek samping seperti gugup, peningkatan buang air kecil, sulit tidur, dan ritme jantung yang cepat. Hal ini disebabkan coklat mengandung banyak kafein.
Perhatian khusus untuk kondisi medis seperti ibu hamil dan menyusui. Kafein yang terdapat pada coklat dapat melintasi plasenta yang menyebabkan konsentrasi darah janin sama seperti konsentrasi darah ibu. Kafein dosis tinggi berhubungan dengan persalinan prematur, berat lahir rendah, dan keguguran. Kafein dapat dikonsumsi di bawah 200 mg per hari selama kehamilan. Perlu Anda tahu, bahwa produk coklat mengandung 2-35 mg kafein per porsi dan dalam secangkir coklat panas mengandung sekitar 10 mg kafein.
Konsentrasi kafein pada ASI meningkat sekitar setengahnya dari konsentrasi kafein dalam darah ibu. Jika ibu mengkonsumsi coklat terlalu banyak, maka bayi Anda yang menyusui mungkin akan menjadi mudah marah, dan sering buang air besar karena kandungan kafein tersebut.
Coklat juga tidak disarankan untuk dikonsumsi pada kondisi medis seperti gangguan pendarahan, diabetes, diare, gastroesophageal Reflux Disease (GERD), glaucoma, irritable bowel syndrome (IBS), sakit kepala migraine, osteoporosis, pasien yang telah melakukan pembedahan, serta detak jantung yang cepat dan tidak teratur (takiaritmia) karena dapat memperburuk bahkan memperparah penyakit tersebut.
Disadur dari : www.sayasehat.id
Komentar
Posting Komentar